Jumlah Rumah Tangga Sasaran (RTS)
penerima Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) di Kabupaten Ende
sebanyak 23.416. Sedangkan daerah Flores bagian barat ,yakni Kabupaten
Ende, Nagakeo, Ngada, Manggarai Timur, Manggarai, Manggarai Barat
sebanyak 119.227 RTS. Kepala Kantor Pos Ende, Made Wirata menyampaikan
ini kepada Flores Pos di ruang kerjanya, Senin (1/7).
Made
mengatakan, Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) sebagai
kompensasi kenaikan harga BBM ini telah mulai diserahkan kepada
masyarakat. Dari data yang diterima, jumlah RTS di Kabupaten Ende,
sebanyak 23.416 dengan rincian: Kantor Pos Ende sebanyak 7.960 RTS,
Kantor Pos Nangapanda 3.453, Kantor Pos Detusoko 4.790, Kantor Pos
Wolowaru 4.930, dan Kantor Pos Maurole 2.275.
Untuk
menghemat waktu dan menghindari penumpukan masyarakat di kantor pos,
jelas Made ,pihaknya membagikan dan menyerahkan bantuan per wilayah,
melalui kantor pos yang ada di kecamatan, bahkan turun langsung ke
desa-desa. Kantor pos juga telah memasang target , bahwa penyerahan
tersebut akan diselesikan pada tanggal 10 Juli.
“Kami
berharap , masyarakat atau RTS dapat mendatangi tempat-tempat yang
telah di informasikan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Di
Ende Utara, akan di serahkan pada tanggal 2 Juli, Ende Tengah 3 Juli,
Ende Timur 4 Juli, sedangkan di wilayah luar kota akan ditangani oleh
kantor pos masing-masing kecamatan,”katanya.
Pada
tahap awal, jelas Wirata, pihaknya membagikan Kartu Perlindungan Sosial
(KPS) sebagai syarat untuk menerima bantuan tersebut . Karena itu , RTS
yang telah menerima KPS harus membawakan bukti tersebut saat menerima
bantuan.
Bantuan
yang diterima RTS sebesar Rp.150.000 per bulan. Namun, pada tahap ini,
akan di berikan untuk dua bulan, sebesar Rp 300.000. “Kami tidak
mempunyai wewenang lain, karena data yang ada ini kami terima dari
pusat. Kami hanya menjalani fungsi kami, yakni memberikan KPS dan
menyerahkan bantuan sesuai dengan data yang diterima dari pusat. Sejauh
ini semuanya berjalan lancar,”katanya.
Kepala
Desa Raporendu, Hans Ebas saat di hubungi pada Senin (1/7), mengatakan
bantuan tersebut belum tepat sasaran, karena ada rumah tangga yang layak
menerimanya, tetapi tidak terdaftar sebagaI RTS. Karena itu, tegasnya,
data RTS mesti diklarifikasikan dengan baik, supaya pada tahap
berikutnya lebih tepat sasaran.
“Data
RTS ini mesti di klarifikasikan. Dan,kalau bisa, di data kembali RTS
karena di desa kami , bantuan ini terkesan tidak tepat sasaran. Ada
rumah tangga seharusnya mendapatkan bantuan, tetapi namanya tidak
terdaftar. Banyak masyarakat mengadu dan menanyakan kepada kami, tetapi
kami tidak bisa berbuat apa-apa, karena semua data ini, katanya ,
dikirim dari pusat. Jadi kami minta kalau bisa dilakukan pendataan lagi
agar lebih akurat, dan pada tahap berikutnya lebih tepat
sasaran,”katanya (Willy Aran/Editor: Amandus Klau)
Sumber: Flores Pos


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !