Bupati Sikka, An-Sar Harus Lebih Sering ke Desa - Ende Lio Sare Pawe
Ende Berita :
Home » » Bupati Sikka, An-Sar Harus Lebih Sering ke Desa

Bupati Sikka, An-Sar Harus Lebih Sering ke Desa

Minggu, 7 Juli 2013 20:53 WITA
POS KUPANG.COM, MAUMERE -- Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Drs. Frans Lebu Raya mengingatkan Bupati dan Wakil Bupati Sikka yang baru, Drs. Yoseph Ansar Rera dan Drs. Paolus Nong Susar (paket An-Sar),harus  lebih sering turun ke kampung-kampung dan desa-desa di wilayah Kabupaten Sikka untuk melihat secara dekat masalah sosial di masyarakat.

"Kunjungan ke kampung dan  desa lebih sering. Tidak hanya saat kampanye baru datang. Masalah sosial di Sikka harus diperhatikan, baik judi dan  narkoba maupun masalah lainnya," tegas Gubernur  Frans Lebu Raya,ketika melantik Bupati dan Wakil Bupati Sikka periode 2013-2018, Drs. Yoseph Ansar Rera dan Drs. Paolus Nong Susar,  dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Sikka di Ruang Sidang Utama Dewan, Sabtu (6/7/2013).
Rapat paripurna yang memenuhi quorum ini dibuka Pelksana Tugas (Plt) Ketua DPRD Kabupaten Sikka, Gorgonius Nago Bapa. Hadir  Uskup Maumere, Mgr. Gerulfus Khaerubim Pareira, Wakil Gubernur NTT, Ir. Esthon Foenay, M.Si, unsur Muspida Propinsi NTT, bupati dan wabup dari sejumlah kabupaten di NTT, Ketua Tim Penggerak PKK Propinsi NTT,  mantan Bupati dan Wabup Sikka, Drs. Sosimus Mitang dan dr. Wera Damianus, MM, unsur Muspida Kabupaten Sikka, Sekda Sikka, dr. Valentinus Sili Tupen,para pejabat Pemkab Sikka, serta ribuan undangan lainnya.
Lebu Raya mengatakan, hal penting lainnya   perhatikan komunitas masyarakat  di Pulau Palue.  "Ingat akses jalan dirintis dengan  kualitas yang baik, akses kesehatan dan pasar dibuka. Harga dilihat, pelayanan BBM kepada masyarakat  tidak sulit, ekonomi masyarakat ditata. Pebisnis jangan dipersulit, terutama  administrasi dan pariwisata dikembangkan, serta aspek lainnya," tandas Lebu Raya.
Gubernur mengatakan, kematangan bupati sebagai birokrat murni dan wakil bupati sebagai orang lapangan,  yakni pegiat lembaga swadaya masyarakat (LSM) merupakan perpaduan serasi. Keduanya punya kepekaan untuk meretaskan kehidupan masyarakat  di desa yang susah.
"Kesempatan masyarakat dalam  geliat ekonomi dikembangkan. Upayakan reformasi birokrasi, kelola perjalanan pemerintahan, pembangunan,  dan kemasyarakatan  dengan  cinta yang sama, dengan  hangatnya tanpa mencederai siapapun untuk bangun Sikka dan NTT yang baru," pesan Lebu Raya.
Gubernur mengatakan, program pengembangan pariwisata harus masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sikka. Sebab, lanjutnya, pengembangan pariwisata dapat mensejahterakan masyarakat Sikka. "Saya percaya Kabupaten Sikka jadikan pariwisata sebagai ikon, maka masyarakat bisa sejahtera," ujarnya.
Menurut Lebu Raya, Kabupaten Sikka identik dengan potensi pariwisata. Di Kabupaten Sikka kaya akan  potensi pariwisata, baik  alam, budaya, rohani dan  bahari maupun agrowisata. "Semua potensi ini  harus dikembangkan. Kendala dalam pengembangan pariwisata, yakni manajemen, ini harus diubah," tegasnya.
Selain pariwisata, Lebu Raya minta Pemkab Sikka juga masukan bidang perikanan sebagai program prioritas di dalam RPJMD.
Lebu Raya juga menyinggung tentang Sail Komodo yang puncaknya akan digelar di Labuhan Bajo pada September 2013.
Menurut dia, Sail Komodo bukan program presiden dan gubernur, tetapi program semua masyarakat NTT. "Sail Komodo mulai lepas dari Kupang tanggal 14 Agustus 2013  dan puncaknya di Labuhan Bajo. Masyarakat  di Sikka harus terima para sailer. Untuk mendukung kegiatan pariwisata, maka dalam tahun ini Pemerintah Propinsi NTT menghibahkan masing-masing  desa wisata Rp 50 juta," kata Lebu Raya.
Lebu Raya mengatakan, pelantikkan bupati dan wabup Sikka  seharusnya  tanggal 31 Mei 2013. Namun,  karena proses pemilukada belum selesai maka Mendagri tunjuk Pelaksana Tugas Bupati Sikka.
Lebu Raya minta pemerintahan bupati dan wabup baru dapat merealisasikan program yang sinergis dengan pemerintah propinsi, yakni menerapkan paradigma Anggur Merah. Di mana anggaran publik lebih besar dari aparatur. "Tahun  2014 , porsi aparatur dikurangi, sehingga dana  digulirkan ke desa mandiri anggur merah," kata Lebu Raya.
Gubernur juga mengatakan, ia memahami setelah pelantikkan akan diikuti pembenahan, termasuk mutasi pegawai. "Harap dalam mutasi, ikuti ketentuan dan aturan yang berlaku tentang kepegawaian," tegasnya.(oma/ris)

Editor: alfred_dama
Sumber: Pos Kupang



Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Eja Website | Kera Template | Eda Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ende Lio Sare Pawe - Elpas Group
Template Design by Eja Published by Kera Template