POS KUPANG.COM, MAUMERE -- Gubernur Nusa Tenggara Timur
(NTT), Drs. Frans Lebu Raya mengingatkan Bupati dan Wakil Bupati Sikka
yang baru, Drs. Yoseph Ansar Rera dan Drs. Paolus Nong Susar (paket
An-Sar),harus lebih sering turun ke kampung-kampung dan desa-desa di
wilayah Kabupaten Sikka untuk melihat secara dekat masalah sosial di
masyarakat.
"Kunjungan ke kampung dan desa lebih sering. Tidak hanya saat
kampanye baru datang. Masalah sosial di Sikka harus diperhatikan, baik
judi dan narkoba maupun masalah lainnya," tegas Gubernur Frans Lebu
Raya,ketika melantik Bupati dan Wakil Bupati Sikka periode 2013-2018,
Drs. Yoseph Ansar Rera dan Drs. Paolus Nong Susar, dalam Rapat
Paripurna Istimewa DPRD Sikka di Ruang Sidang Utama Dewan, Sabtu
(6/7/2013).
Rapat paripurna yang memenuhi quorum ini dibuka
Pelksana Tugas (Plt) Ketua DPRD Kabupaten Sikka, Gorgonius Nago Bapa.
Hadir Uskup Maumere, Mgr. Gerulfus Khaerubim Pareira, Wakil Gubernur
NTT, Ir. Esthon Foenay, M.Si, unsur Muspida Propinsi NTT, bupati dan
wabup dari sejumlah kabupaten di NTT, Ketua Tim Penggerak PKK Propinsi
NTT, mantan Bupati dan Wabup Sikka, Drs. Sosimus Mitang dan dr. Wera
Damianus, MM, unsur Muspida Kabupaten Sikka, Sekda Sikka, dr. Valentinus
Sili Tupen,para pejabat Pemkab Sikka, serta ribuan undangan lainnya.
Lebu Raya mengatakan, hal penting lainnya perhatikan komunitas
masyarakat di Pulau Palue. "Ingat akses jalan dirintis dengan
kualitas yang baik, akses kesehatan dan pasar dibuka. Harga dilihat,
pelayanan BBM kepada masyarakat tidak sulit, ekonomi masyarakat ditata.
Pebisnis jangan dipersulit, terutama administrasi dan pariwisata
dikembangkan, serta aspek lainnya," tandas Lebu Raya.
Gubernur
mengatakan, kematangan bupati sebagai birokrat murni dan wakil bupati
sebagai orang lapangan, yakni pegiat lembaga swadaya masyarakat (LSM)
merupakan perpaduan serasi. Keduanya punya kepekaan untuk meretaskan
kehidupan masyarakat di desa yang susah.
"Kesempatan masyarakat
dalam geliat ekonomi dikembangkan. Upayakan reformasi birokrasi, kelola
perjalanan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan dengan
cinta yang sama, dengan hangatnya tanpa mencederai siapapun untuk
bangun Sikka dan NTT yang baru," pesan Lebu Raya.
Gubernur
mengatakan, program pengembangan pariwisata harus masuk dalam Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sikka. Sebab,
lanjutnya, pengembangan pariwisata dapat mensejahterakan masyarakat
Sikka. "Saya percaya Kabupaten Sikka jadikan pariwisata sebagai ikon,
maka masyarakat bisa sejahtera," ujarnya.
Menurut Lebu Raya,
Kabupaten Sikka identik dengan potensi pariwisata. Di Kabupaten Sikka
kaya akan potensi pariwisata, baik alam, budaya, rohani dan bahari
maupun agrowisata. "Semua potensi ini harus dikembangkan. Kendala dalam
pengembangan pariwisata, yakni manajemen, ini harus diubah," tegasnya.
Selain pariwisata, Lebu Raya minta Pemkab Sikka juga masukan bidang perikanan sebagai program prioritas di dalam RPJMD.
Lebu Raya juga menyinggung tentang Sail Komodo yang puncaknya akan digelar di Labuhan Bajo pada September 2013.
Menurut
dia, Sail Komodo bukan program presiden dan gubernur, tetapi program
semua masyarakat NTT. "Sail Komodo mulai lepas dari Kupang tanggal 14
Agustus 2013 dan puncaknya di Labuhan Bajo. Masyarakat di Sikka harus
terima para sailer. Untuk mendukung kegiatan pariwisata, maka dalam
tahun ini Pemerintah Propinsi NTT menghibahkan masing-masing desa
wisata Rp 50 juta," kata Lebu Raya.
Lebu Raya mengatakan,
pelantikkan bupati dan wabup Sikka seharusnya tanggal 31 Mei 2013.
Namun, karena proses pemilukada belum selesai maka Mendagri tunjuk
Pelaksana Tugas Bupati Sikka.
Lebu Raya minta pemerintahan bupati
dan wabup baru dapat merealisasikan program yang sinergis dengan
pemerintah propinsi, yakni menerapkan paradigma Anggur Merah. Di mana
anggaran publik lebih besar dari aparatur. "Tahun 2014 , porsi aparatur
dikurangi, sehingga dana digulirkan ke desa mandiri anggur merah,"
kata Lebu Raya.
Gubernur juga mengatakan, ia memahami setelah pelantikkan akan diikuti pembenahan, termasuk mutasi pegawai. "Harap dalam mutasi, ikuti ketentuan dan aturan yang berlaku tentang kepegawaian," tegasnya.(oma/ris)
Gubernur juga mengatakan, ia memahami setelah pelantikkan akan diikuti pembenahan, termasuk mutasi pegawai. "Harap dalam mutasi, ikuti ketentuan dan aturan yang berlaku tentang kepegawaian," tegasnya.(oma/ris)
Editor: alfred_dama
Sumber: Pos Kupang


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !