Pasar
Potulando atau yang lebih dikenal Pasar Senggol di Kelurahan Potulando,
Kelurahan Potulando, Kecamatan Ende Tengah, Kabupaten Ende, Minggu
(23/6/2013) sekitar pukul 21.30 Wita ludes dilalap api. Tidak ada korban
jiwa, namun kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Pantuan
Pos Kupang di lokasi kejadian terlihat api dengan cepat melahap bagian
depan pasar lalu merambat ke bagian tengah, kiri dan kanan pasar.
Akibatnya, dalam beberapa menit saja seluruh isi bangunan ludes dilalap
api. Terbatasnya mobil pemadam kebakaran membuat upaya untuk memadamkan
api sulit dilakukan.
Terlihat beberapa mobil tangki dari Polres Ende, PDAM Ende dan beberapa mobil tangki milik swasta hilir mudik mengisi air untuk melakukan pemadaman. Namun demikian, upaya pemadaman tidak banyak menolong karena api dengan cepat melalap seluruh isi bangunan. Upaya pemadaman selain memadamkan api, juga melokalisir agar api tidak merambat ke bangunan lain.
Ribuan warga Kota Ende yang menyaksikan pemadaman membuat upaya pemadaman terkendala. Pihak kepolisian harus berjibaku, selain berusaha memadamkan kebakaran juga mengamankan warga. Tidak diketahui persis sumber api.
Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Ende, AKBP Musni Arifin yang ditemui di lokasi kejadian mengatakan, polisi kesulitan memadamkan api karena ketiadaan mobil pemadam kebakaran. Musni mengatakan, pihaknya belum mengetahui secara persis penyebab kebakaran hal itu masih dalam penyelidikan polisi. "Sumber api belum diketahui masih dalam penyelidikan. Kami berkonsentrasi melakukan pemadaman dulu," ujarnya.
Bupati
Ende Don Bosco M. Wangge di tempat kejadian mengatakan, setelah ini
pemerintah akan memberi tempat utama bagi masyarakat yang
barang-barangnya masih diselamatkan. Pemerintah berusaha untuk
secepatnya membersihkan puing-puing yang ada agar secepatnya digunakan,
namun untuk itu, mesti ada izin dari kepolisian. “Kita akan berusaha
agar warga yang barangnya masih selamat diberikan kesempatan untuk tetap
berjualan. Kita akan upayakan agar pasar bagian belakang dimanfaatkan
secara maksimal. Sementara untuk kerugian, sampai saat ini kita belum
bisa taksasi,”kata Bupati Don.
Setelah berjibaku sekitar satu setengah jam, akhirnya api berhasil dipadamkan. Namun demikian, nyaris tak ada barang-barang yang berhasil diselamatkan, demikian juga bangunan pasar semuanya ludes rata tanah.
Beberapa saksi mata yang ditemui di lokasi kejadian mengatakan, mereka tidak tahu persis asal sumber api. Mereka hanya melihat tiba-tiba api sudah membakar sejumlah bangunan pasar. "Kami tidak lihat langsung, tapi kami tahu tiba-tiba api sudah membesar," tutur Alex, salah seorang warga.(Foto Pasar Potulando diambil Senin, 24/06 usai kejadian)
Editor : alfred_dama
Sumber : Pos Kupang



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !