Kualitas generasi suatu bangsa sangat menentukan kemajuan bangsa tersebut, karena itu kita wajib melindungi dan mempersiapkan seoptimal mungkin baik fisik, mental, sosial maupun intelektualnya. Hal ini dikemukakan Bupati Ende dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Ende Sebastianus Suka Damai, saat membuka kegiatan Pendampingan Anak di Shelter Ende, Program Pengurangan Pekerja Anak Dalam Rangka Mendukung Program Keluarga Harapan (PPA-PKH) Dinas Nakertrans Kabupaten Ende. (Selasa,21/5).
“Anak-anak mengalami banyak hambatan yang dapat mempengaruhi tumbuh kembangnya diakibatkan kemiskinan dan keterbatasan akses pendidikan, mereka dihadapkan pada pilihan yang sulit yakni harus ikut bekerja walaupun pekerjaan itu belum menjanjikan perbaikan hidup”, ungkap Bupati Ende.
Untuk mengatasi permasalahan yang terjadi, lanjut Bupati Ende, pemerintah berupaya memberikan perlindungan terhadap anak putus sekolah yang tidak berada pada dunia pendidikan dengan meluncurkan Program Pengurangan Pekerja Anak dalam rangka mendukung Program Keluarga Harapan (PPA-PKH), yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas generasi penerus bangsa melalui pemberian fasilitas pendidikan.
Pada kesempatan tersebut Bupati Ende menaruh harapan kepada semua sektor terkait untuk sungguh-sungguh melaksanakan program yang diluncurkan pemerintah pusat ini sehingga tujuan peningkatan sumber daya manusia khususnya anak-anak putus sekolah dapat tercapai.
Hasil survei BPS tahun 2011 untuk Program Keluarga Harapan (PKH) menunjukan jumlah anak usia sekolah dari Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) sebanyak 270 orang, keadaan tahun 2012 sebanyak 210 anak dan hasil survey tahun 2013 menjadi 150 anak.
Kegiatan pendampingan tersebut akan berlansung hingga 11 Juni 2013 di UPTD LLK Dinas Nakertrans Kabupaten Ende, diikuti sebanyak 60 anak dari 14 Kecamatan di kabupaten Ende yang merupakan anak usia sekolah yang tidak berada pada sistem pendidikan baik formal maupun non formal dari rumah tangga sangat miskin. Dari 60 anak yang mengikuti kegiatan tersebut sebanyak 46 anak putus sekolah dari tingkat Sekolah Dasar, 13 anak putus sekolah tingkat menengah pertama (SMP) dan 1 orang putus sekolah tingkat Menengah Atas (SMA). Materi pembelajaran meliputi materi non akademis sebanyak 40 jam pelajaran yang terdiri dari; organisasi kelas, norma kerja anak dan pendidikan, keterampilan belajar, kecakapan personal, kecakapan sosial serta olahraga dan keagamaan. Sedangkan materi akademis sebanyak 60 jam pelajaran yang terdiri dari; Kecakapan membaca, menulis dan berhitung; Pengantar pembelajaran memasuki dunia pendidikan; Pendidikan keterampilan materi prakarya dan pengantar keterampilan vokasional. (hms/irwan)
Home »
» KUALITAS GENERASI SANGAT MENENTUKAN KEMAJUAN SUATU BANGSA
KUALITAS GENERASI SANGAT MENENTUKAN KEMAJUAN SUATU BANGSA
Kualitas generasi suatu bangsa sangat menentukan kemajuan bangsa tersebut, karena itu kita wajib melindungi dan mempersiapkan seoptimal mungkin baik fisik, mental, sosial maupun intelektualnya. Hal ini dikemukakan Bupati Ende dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Ende Sebastianus Suka Damai, saat membuka kegiatan Pendampingan Anak di Shelter Ende, Program Pengurangan Pekerja Anak Dalam Rangka Mendukung Program Keluarga Harapan (PPA-PKH) Dinas Nakertrans Kabupaten Ende. (Selasa,21/5).
“Anak-anak mengalami banyak hambatan yang dapat mempengaruhi tumbuh kembangnya diakibatkan kemiskinan dan keterbatasan akses pendidikan, mereka dihadapkan pada pilihan yang sulit yakni harus ikut bekerja walaupun pekerjaan itu belum menjanjikan perbaikan hidup”, ungkap Bupati Ende.
Untuk mengatasi permasalahan yang terjadi, lanjut Bupati Ende, pemerintah berupaya memberikan perlindungan terhadap anak putus sekolah yang tidak berada pada dunia pendidikan dengan meluncurkan Program Pengurangan Pekerja Anak dalam rangka mendukung Program Keluarga Harapan (PPA-PKH), yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas generasi penerus bangsa melalui pemberian fasilitas pendidikan.
Pada kesempatan tersebut Bupati Ende menaruh harapan kepada semua sektor terkait untuk sungguh-sungguh melaksanakan program yang diluncurkan pemerintah pusat ini sehingga tujuan peningkatan sumber daya manusia khususnya anak-anak putus sekolah dapat tercapai.
Hasil survei BPS tahun 2011 untuk Program Keluarga Harapan (PKH) menunjukan jumlah anak usia sekolah dari Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) sebanyak 270 orang, keadaan tahun 2012 sebanyak 210 anak dan hasil survey tahun 2013 menjadi 150 anak.
Kegiatan pendampingan tersebut akan berlansung hingga 11 Juni 2013 di UPTD LLK Dinas Nakertrans Kabupaten Ende, diikuti sebanyak 60 anak dari 14 Kecamatan di kabupaten Ende yang merupakan anak usia sekolah yang tidak berada pada sistem pendidikan baik formal maupun non formal dari rumah tangga sangat miskin. Dari 60 anak yang mengikuti kegiatan tersebut sebanyak 46 anak putus sekolah dari tingkat Sekolah Dasar, 13 anak putus sekolah tingkat menengah pertama (SMP) dan 1 orang putus sekolah tingkat Menengah Atas (SMA). Materi pembelajaran meliputi materi non akademis sebanyak 40 jam pelajaran yang terdiri dari; organisasi kelas, norma kerja anak dan pendidikan, keterampilan belajar, kecakapan personal, kecakapan sosial serta olahraga dan keagamaan. Sedangkan materi akademis sebanyak 60 jam pelajaran yang terdiri dari; Kecakapan membaca, menulis dan berhitung; Pengantar pembelajaran memasuki dunia pendidikan; Pendidikan keterampilan materi prakarya dan pengantar keterampilan vokasional. (hms/irwan)

0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !